Hari 1 (Fiksi) ANAK
Resah! sudah 5 jam belum ada kabar juga, padahal kata dokter tadi sudah saatnya cantik melahirkan. aku tak berani melihat darah, kupandangi dokter memberi tindakan dari jauh saja, sambil membaca doa, tentu! . Hari ini sangat sendu, awan hitam menari nari di langit, menambah suasana menjadi tidak enak. ya Allah! Tiba tiba terdengar suara teriakan dari arah cantik, "apakah sudah saatnya?" aku berbisik pada dokter. "belum pak, tunggu saja ya, sepertinya ada dua bayi" jawab dokter sambil setengah berteriak. Alhamdulillah, semoga semua selamat, pintaku. Erangan demi erangan terdengar, ah! aku tidak sanggup melihat cantik kesakitan. Darahnya lumayan banyak keluar, kuintip dokter sedang menyelesaikan jahitan terakhirnya. Setelah dibersihkan, kedua bayi langsung menyusu pada cantik, mataku berkaca kaca , tak bisa lagi kubendung rasa bahagiaku. ya Rabb! Jadi juga aku berkurban, semoga kedua anak bayi jantan tumbuh besar. Terimakasih Cantik, wahai sapi kesayanganku.